Ditipu dan sudah transfer? Segera hubungi bank Anda dan laporkan ke IASC OJK.Langkah darurat →
IDNSafePusat Edukasi Keamanan Digital Indonesia
Penipuan Online

Ciri-Ciri Website Penipuan dan Cara Memeriksanya

Situs palsu kini dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Kenali tanda-tandanya dan biasakan memeriksa sebelum mengisi data atau mentransfer uang.

Tim Redaksi IDNSafe · Diperbarui 22 Oktober 2026 · 7 menit baca

Mengapa situs palsu sulit dikenali

Membuat tiruan sebuah situs kini hanya butuh beberapa menit. Pelaku dapat menyalin tampilan, logo, dan teks situs resmi, lalu memasangnya di alamat yang mirip. Ikon gembok di browser juga bukan jaminan, karena sertifikat HTTPS bisa didapat gratis oleh siapa saja, termasuk penipu.

Karena tampilan bisa ditiru, yang perlu diperiksa adalah hal-hal yang sulit dipalsukan: alamat domain, umur domain, identitas pemilik, dan cara pembayaran.

Ciri-ciri website penipuan

  • Alamat domain mirip, tetapi tidak sama. Contohnya huruf diganti atau ditambah (bankku menjadi b4nkku atau bankkuu), kata ditambah (tokoku-promo), atau ekstensi berbeda (.com menjadi .shop atau .xyz).
  • Harga atau hadiah tidak masuk akal. Diskon 70 sampai 90 persen untuk barang yang sedang dicari banyak orang, atau hadiah besar tanpa syarat yang jelas.
  • Desakan waktu. Penghitung mundur, "stok tinggal 2", atau ancaman akun diblokir bila tidak segera bertindak.
  • Pembayaran hanya lewat transfer ke rekening pribadi. Tidak tersedia pembayaran resmi seperti kartu, virtual account atas nama perusahaan, atau rekening bersama marketplace.
  • Identitas tidak jelas. Tidak ada alamat kantor, nama badan usaha, atau kontak selain nomor WhatsApp.
  • Meminta data yang tidak relevan. Situs belanja yang meminta PIN, kode OTP, foto KTP sambil memegang kartu ATM, atau password email.
  • Domain baru dibuat. Situs yang mengaku sudah berdiri bertahun-tahun, padahal domainnya baru didaftarkan beberapa minggu lalu.
  • Ulasan seragam. Testimoni dengan gaya bahasa sama, foto profil generik, dan tidak dapat diklik atau diverifikasi.
  • Bahasa dan tampilan janggal. Salah ketik, terjemahan kaku, logo pecah, dan tautan menu yang tidak berfungsi.

Cara memeriksa situs dalam 5 menit

  1. Baca alamatnya pelan-pelan. Ketuk bilah alamat dan baca domain dari kanan ke kiri. Pada promo.bank-resmi.co.id.hadiah-xyz.com, domain sebenarnya adalah hadiah-xyz.com, bukan bank tersebut.
  2. Bandingkan dengan sumber resmi. Cari nama perusahaan di mesin pencari atau buka akun media sosial resminya yang terverifikasi, lalu cocokkan alamat situsnya.
  3. Periksa umur domain. Masukkan alamat ke ICANN Lookup dan lihat tanggal pendaftarannya. Domain berumur beberapa hari atau minggu patut dicurigai.
  4. Cek reputasi situs. Gunakan Status Situs Google Safe Browsing atau VirusTotal. Hasil "tidak ditemukan masalah" bukan berarti pasti aman, hanya belum pernah dilaporkan.
  5. Cek rekening tujuan. Sebelum transfer, masukkan nomor rekening di cekrekening.id untuk melihat apakah pernah dilaporkan terkait penipuan.
Gembok bukan tanda aman

Ikon gembok hanya berarti koneksi antara Anda dan situs tersebut terenkripsi. Situs penipuan pun bisa memiliki gembok. Yang menentukan adalah siapa pemilik situs itu, bukan ada atau tidaknya gembok.

Modus situs palsu yang sering ditemui

ModusBentuknyaYang diincar
Situs bank atau dompet digital palsuHalaman login tiruan yang dikirim lewat SMS atau WhatsAppUsername, password, PIN, OTP
Toko online palsuSitus atau akun media sosial dengan harga sangat murahUang transfer
Undian dan hadiah palsuHalaman "Selamat, Anda menang" yang meminta biaya administrasiUang dan data pribadi
Lowongan kerja palsuFormulir lamaran yang meminta biaya pelatihan atau seragamUang dan data KTP
Situs instansi tiruanMeniru layanan pajak, bantuan sosial, atau tilangData pribadi dan pembayaran

Kebiasaan aman saat bertransaksi

  • Ketik sendiri alamat situs resmi atau gunakan aplikasi resmi, jangan membuka dari link di pesan.
  • Simpan situs yang sering Anda pakai sebagai bookmark.
  • Utamakan metode pembayaran yang memiliki perlindungan pembeli.
  • Jangan pernah memasukkan OTP di halaman yang Anda buka dari link kiriman orang lain.
  • Bila ragu, tunda. Penjual dan lembaga yang sah tidak akan keberatan Anda memeriksa terlebih dahulu.

Menemukan situs penipuan? Laporkan

Laporan Anda membantu melindungi orang lain. Situs penipuan dapat dilaporkan ke aduankonten.id milik Komdigi, dan halaman phishing dapat dilaporkan ke Google Safe Browsing agar browser memberi peringatan kepada pengguna lain. Bila Anda sudah mengalami kerugian, ikuti langkah darurat.