Kamus Keamanan Digital A-Z
Istilah yang sering muncul dalam pemberitaan dan modus penipuan digital, dijelaskan dengan bahasa sederhana.
- Adware
- Program yang menampilkan iklan berlebihan di perangkat, sering ikut terpasang bersama aplikasi gratis dari sumber tidak resmi. Sebagian mengarahkan pengguna ke situs berbahaya.
- Akun klon
- Akun media sosial atau chat yang meniru akun asli, memakai foto dan nama yang sama, lalu menghubungi teman korban untuk meminta uang.
- Antivirus
- Perangkat lunak yang mendeteksi dan menghapus malware. Sistem operasi modern sudah memiliki perlindungan bawaan, seperti Google Play Protect dan Microsoft Defender.
- APK
- Format file pemasang aplikasi Android. File APK yang dikirim lewat chat dengan kedok undangan, resi, atau tagihan adalah modus pencurian data. Selengkapnya
- Aplikasi akses jarak jauh
- Aplikasi yang memungkinkan orang lain melihat dan mengendalikan layar perangkat Anda. Sah untuk dukungan teknis, tetapi sering disalahgunakan penipu yang mengaku petugas.
- Bot
- Program otomatis. Dalam konteks penipuan, bot dipakai untuk mengirim pesan massal atau mengisi kolom komentar dengan testimoni palsu.
- Berkas kecil yang disimpan situs di browser untuk mengingat sesi login dan preferensi. Pencurian cookie sesi dapat membuat pelaku masuk ke akun tanpa password.
- Data breach (kebocoran data)
- Kejadian ketika data pengguna suatu layanan bocor ke pihak tidak berwenang. Data bocor sering dipakai untuk menyusun penipuan yang tampak meyakinkan.
- Deepfake
- Video, suara, atau gambar palsu yang dibuat dengan kecerdasan buatan hingga tampak seperti orang sungguhan. Dipakai untuk iklan investasi palsu atau meniru suara keluarga.
- Domain
- Nama alamat sebuah situs, misalnya idnsafe.org. Bagian domain utama adalah yang menentukan pemilik situs. Cara membacanya
- Enkripsi
- Proses mengacak data agar hanya dapat dibaca pihak yang memiliki kuncinya. HTTPS mengenkripsi koneksi, tetapi tidak menjamin pemilik situs dapat dipercaya.
- Firewall
- Sistem yang menyaring lalu lintas jaringan masuk dan keluar berdasarkan aturan tertentu, untuk menghalangi akses yang tidak diinginkan.
- Homograf
- Penggunaan huruf dari aksara lain yang terlihat sama dengan huruf Latin, sehingga alamat palsu tampak identik dengan alamat asli.
- HTTPS
- Protokol yang mengenkripsi koneksi antara browser dan situs, ditandai ikon gembok. Situs penipuan pun bisa memakai HTTPS.
- Investasi bodong
- Penawaran investasi tanpa izin yang menjanjikan keuntungan tinggi dan pasti. Selengkapnya
- Kata sandi (password)
- Kunci rahasia untuk masuk ke akun. Gunakan yang panjang, unik untuk setiap akun penting, dan simpan di pengelola password.
- Keylogger
- Malware yang merekam setiap ketikan di keyboard, termasuk password dan nomor kartu.
- Malware
- Istilah umum untuk perangkat lunak jahat: virus, trojan, spyware, ransomware, dan sejenisnya. Selengkapnya
- OTP (One-Time Password)
- Kode sekali pakai untuk memastikan transaksi atau login dilakukan oleh pemilik akun. Tidak boleh diberikan kepada siapa pun. Selengkapnya
- Passkey
- Metode login tanpa password yang memakai sidik jari, wajah, atau PIN perangkat. Lebih tahan terhadap phishing karena tidak ada kode yang bisa dicuri lewat halaman palsu.
- Pengelola password
- Aplikasi yang menyimpan dan membuat password kuat secara aman, sehingga Anda tidak perlu mengingat semuanya.
- Pharming
- Teknik mengalihkan pengguna ke situs palsu walaupun alamat yang diketik benar, biasanya lewat perangkat atau jaringan yang sudah disusupi.
- Phishing
- Upaya memancing korban menyerahkan data rahasia melalui pesan dan halaman yang menyamar sebagai pihak tepercaya. Selengkapnya
- Pinjol ilegal
- Pinjaman online yang tidak berizin dan tidak diawasi otoritas. Selengkapnya
- Ponzi (skema)
- Skema investasi palsu yang membayar keuntungan anggota lama dari setoran anggota baru. Pasti runtuh ketika anggota baru berhenti bertambah.
- Ransomware
- Malware yang mengunci atau mengenkripsi file korban, lalu meminta tebusan agar file dapat dibuka kembali.
- Rekening penampung
- Rekening yang dipakai pelaku untuk menerima dan memindahkan uang hasil penipuan, sering atas nama orang lain yang dibayar atau ditipu.
- Smishing
- Phishing melalui SMS, misalnya pesan paket tertahan atau perubahan tarif yang memuat link.
- Manipulasi psikologis agar korban melakukan sesuatu atau membocorkan informasi, dengan memanfaatkan rasa takut, panik, percaya, atau serakah.
- Spam
- Pesan massal yang tidak diminta. Tidak semua spam berbahaya, tetapi banyak penipuan dikirim dalam bentuk spam.
- Spoofing
- Pemalsuan identitas pengirim, misalnya nama pengirim email, nomor telepon, atau nama pengirim SMS, agar tampak berasal dari pihak resmi.
- Spyware
- Malware yang diam-diam memata-matai aktivitas pengguna, seperti membaca pesan, merekam lokasi, atau mencuri password.
- Trojan
- Malware yang menyamar sebagai aplikasi atau file yang berguna, lalu membuka jalan bagi pencurian data atau malware lain.
- Typosquatting
- Mendaftarkan domain yang mirip domain terkenal dengan selisih satu huruf, untuk menjaring orang yang salah ketik atau tidak teliti membaca.
- URL
- Alamat lengkap sebuah halaman web, termasuk protokol, domain, dan jalurnya.
- Verifikasi dua langkah (2FA)
- Lapisan keamanan tambahan yang meminta bukti kedua selain password, seperti kode atau PIN. Di WhatsApp, fitur ini mencegah akun dipindah hanya dengan kode SMS.
- Vishing
- Phishing melalui telepon, misalnya penelepon yang mengaku petugas bank dan meminta kode OTP.
- VPN
- Layanan yang mengenkripsi koneksi internet melalui server perantara. Berguna di Wi-Fi publik, tetapi tidak melindungi dari situs penipuan atau malware.