Ditipu dan sudah transfer? Segera hubungi bank Anda dan laporkan ke IASC OJK.Langkah darurat →
IDNSafePusat Edukasi Keamanan Digital Indonesia
HP & Aplikasi

Malware: Jenis, Tanda Perangkat Terinfeksi, dan Pencegahannya

Malware adalah perangkat lunak yang dibuat untuk merusak, memata-matai, atau mengambil alih perangkat Anda. Sebagian besar masuk karena satu klik atau satu instalasi yang keliru.

Tim Redaksi IDNSafe · Diperbarui 22 Oktober 2026 · 7 menit baca

Apa itu malware

Malware (malicious software) adalah istilah umum untuk program yang dibuat dengan niat jahat. Ada yang mencuri data, ada yang mengunci file lalu meminta tebusan, ada pula yang diam-diam memberi pelaku kendali atas perangkat Anda.

Malware jarang masuk dengan sendirinya. Pintu masuk yang paling umum adalah file yang diunduh, aplikasi yang dipasang dari luar toko resmi, lampiran email, dan perangkat lunak bajakan.

Jenis-jenis malware

JenisCara kerjaDampak
Virus dan wormMenempel pada file atau menyebar sendiri lewat jaringanFile rusak, perangkat lambat, penyebaran ke perangkat lain
TrojanMenyamar sebagai aplikasi atau file yang bergunaMembuka jalan bagi malware lain atau pencurian data
Spyware dan stealerMerekam ketikan, mencuri password tersimpan, membaca SMSAkun dan rekening diambil alih
RansomwareMengunci atau mengenkripsi fileFile tidak dapat dibuka, pelaku meminta tebusan
AdwareMenampilkan iklan berlebihan dan mengarahkan ke situs tertentuGangguan, pengalihan ke situs berbahaya
Aplikasi akses jarak jauhAplikasi sah seperti remote desktop yang disalahgunakan pelakuPelaku mengendalikan perangkat dan melakukan transaksi
Waspada "teknisi" yang meminta akses jarak jauh

Pelaku sering mengaku dari bank, penyedia internet, atau perusahaan teknologi, lalu meminta Anda memasang aplikasi remote desktop dengan alasan memperbaiki masalah. Setelah terpasang, mereka dapat melihat layar dan mengendalikan perangkat Anda. Jangan pernah memberikan akses jarak jauh kepada orang yang menghubungi Anda lebih dulu.

Tanda perangkat terinfeksi

  • Baterai cepat habis dan perangkat panas tanpa sebab yang jelas.
  • Kuota data terpakai jauh lebih banyak dari biasanya.
  • Muncul iklan atau pop-up terus-menerus, bahkan di luar browser.
  • Ada aplikasi yang tidak pernah Anda pasang.
  • Pengaturan berubah sendiri, misalnya halaman awal browser atau aplikasi SMS default.
  • Teman menerima pesan aneh dari akun Anda.
  • Notifikasi login atau transaksi yang tidak Anda lakukan.

Pencegahan

  • Selalu perbarui sistem operasi, browser, dan aplikasi. Pembaruan menutup celah keamanan yang dipakai malware.
  • Pasang aplikasi dari sumber resmi dan hindari perangkat lunak bajakan, crack, atau mod.
  • Aktifkan perlindungan bawaan seperti Google Play Protect di Android dan Microsoft Defender di Windows.
  • Periksa file mencurigakan dengan VirusTotal sebelum dibuka. Jangan unggah dokumen yang berisi data pribadi, karena file yang diunggah dapat diakses peneliti keamanan.
  • Cadangkan data secara rutin ke penyimpanan terpisah, agar ransomware tidak membuat Anda kehilangan segalanya.
  • Batasi izin aplikasi. Aplikasi senter tidak butuh akses ke SMS dan kontak.

Bila perangkat terinfeksi

  1. Putuskan koneksi internet dan Wi-Fi.
  2. Dari perangkat lain yang bersih, ganti password akun penting dan hubungi bank bila ada aplikasi keuangan di perangkat tersebut.
  3. Hapus aplikasi yang mencurigakan dan jalankan pemindaian keamanan.
  4. Bila masalah berlanjut, cadangkan data penting lalu lakukan reset pabrik atau instal ulang sistem.
  5. Untuk ransomware, jangan langsung membayar tebusan. Tidak ada jaminan file akan dikembalikan, dan pembayaran mendorong pelaku terus beroperasi.

Modus malware yang paling sering menyasar pengguna HP di Indonesia dibahas di panduan APK Palsu di WhatsApp.