Berbagai unggahan palsu terkait klaim bansos, bantuan ponsel, dan subsidi pemerintah marak beredar untuk mencuri data pribadi. Lansia menjadi kelompok rentan yang perlu didampingi agar tidak terjebak tautan phishing.
- Dampingi lansia dan orang tua saat melihat informasi penawaran bansos atau subsidi di media sosial.
- Pastikan hanya melakukan pengecekan status bantuan melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau Aplikasi Cek Bansos.
- Laporkan tautan atau situs palsu ke aduankonten.id. Bila sudah terlanjur mentransfer uang, segera laporkan ke IASC OJK.
Modus Tautan Bansos Palsu Mengincar Data Keluarga
Informasi palsu mengenai penawaran bantuan sosial (bansos) dan subsidi pemerintah kembali marak beredar di media sosial. Berbagai narasi seperti pembagian subsidi, pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga pembagian ponsel gratis digunakan penipu untuk mengincar masyarakat, khususnya lansia yang minim literasi digital.
Penipuan berkedok bantuan ini dirancang untuk memancing korban agar mengisi formulir digital pada tautan phishing.
Ragam Narasi Penipuan Bantuan Sosial
Berdasarkan hasil penelusuran fakta, terdapat beberapa bentuk unggahan palsu yang beredar di media sosial Facebook sepanjang Agustus hingga Oktober 2026:
- Klaim Subsidi Pemerintah 2026: Beredar pada 6 Agustus 2026, unggahan ini mengklaim akses subsidi pangan, LPG, BBM, transportasi, kesehatan, dan pendidikan.
- Klaim Bantuan HP dan Rekening Baru: Diunggah pada 16 Oktober 2026, mengklaim pemerintah membagikan ponsel gratis serta rekening baru dengan saldo awal Rp.50 ribu.
- Klaim Cek BLT dan Bansos PKH 2026: Beredar pada 18 Oktober 2026 dengan narasi pencairan bansos menggunakan NIK via ponsel tanpa calo.
Seluruh tautan dalam unggahan tersebut tidak mengarah ke situs resmi instansi pemerintah. Pengunjung justru diminta menginput data pribadi seperti nama lengkap, alamat, asal provinsi, hingga nomor Telegram aktif.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap hoaks bantuan sosial yang menyesatkan dan "terindikasi modus penipuan."
Tautan resmi instansi pemerintah selalu memakai domain berakhiran .go.id. Jangan pernah menginput identitas diri atau nomor Telegram ke dalam situs tidak resmi di media sosial.
Jalur Resmi Pendaftaran dan Pengecekan Bantuan
Kementerian Sosial menegaskan tidak pernah membuat tautan atau situs pendaftaran bantuan sosial secara acak. Pendataan penerima bantuan dilakukan terintegrasi melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kategori penerima BLT 2026 meliputi keluarga miskin ekstrem, warga kehilangan mata pencaharian, keluarga dengan anggota sakit kronis, serta rumah tangga lansia tunggal dari keluarga miskin ekstrem. Nominal bantuan umumnya diberikan Rp300.000 per bulan yang sering dicairkan secara rapel sebesar Rp900.000 per tiga bulan.
Jika anggota keluarga Anda belum terdaftar, pengajuan dapat dilakukan melalui dua jalur resmi:
- Secara Online: Mengunduh Aplikasi Cek Bansos di Google Play Store atau App Store. Pengguna melakukan registrasi akun dengan NIK, nomor KK, foto KTP asli, dan foto selfie memegang KTP. Setelah divalidasi, usulan diajukan lewat menu Daftar Usulan dengan melampirkan foto kondisi rumah.
- Secara Offline: Mendatangi kantor desa atau berkoordinasi dengan pengurus RT/RW setempat membawa KTP dan KK. Data calon penerima akan diverifikasi melalui Musyawarah Desa (Musdes).
Masyarakat dapat mengecek status kepesertaan secara mandiri melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan nama lengkap dan wilayah domisili sesuai KTP.
Langkah Melindungi Lansia dari Kejahatan Phishing
Anggota keluarga perlu mengambil peran aktif untuk mendampingi lansia agar terhindar dari kejahatan digital. Berikut langkah perlindungan yang dapat diterapkan:
- Pahami Ciri Situs Palsu: Edukasi orang tua untuk mengenali ciri situs penipuan dan melarang mereka mengklik tautan dari pesan mencurigakan.
- Jaga Kerahasiaan Data: Ingatkan lansia agar tidak menyerahkan NIK, alamat rumah, atau nomor kontak ke formulir digital sembarangan.
- Verifikasi Sebelum Percaya: Pastikan setiap kabar bantuan dikonfirmasi kebenarannya melalui kanal resmi pemerintah.
Jika anggota keluarga Anda terlanjur menjadi korban pencurian data, segera ikuti langkah darurat. Laporkan situs mencurigakan tersebut ke aduankonten.id. Bila sudah ada uang yang ditransfer, laporkan ke IASC OJK di iasc.ojk.go.id untuk upaya pemblokiran rekening.